Kupas Tuntas Tentang Reksadana: Pengertiannya, Cara Berinvestasi Melalui Reksadana, Dan Keuntungan Maupun Kerugian Berinvestasi Dengan Reksadana


Apa itu Reksadana? Bagaimana caranya bergabung dengan Reksadana? Apa keuntungan dan kerugian bergabung dengan reksadana? Mungkin kata ini tidak asing ditelinga kita, tapi ketika ditanya apa itu reksadana sebagian besar dari kita mungkin akan menggeleng tanda tidak tahu. Hal inilah yang menyebabkan banyak masyarakat Indonesia tidak berani memanamkan uangnya di jenis investasi reksadana ini.
Reksadana adalah tempat untuk mengumpulkan uang dari masyarakat pemodal untuk kemudian diinvestasikan dan dikelola oleh ahlinya. Dimana biasanya dana ini akan dikelola oleh manajer investasi untuk kemudian ditanamkan di saham, pasar uang, obligasi, atau campuran ketiganya.
Lalu, apa saja kelebihan atau keuntungan reksadana dibandingkan jenis investasi lain? Berikut keuntungan atau kelebihan dan kekurangan reksadana:

1.   Kelebihan/keuntungan reksadana:
a.    Aman: pada reksadana, dana kita tidak dipegang oleh manajer investasi tapi dipegang oleh bank custodian. Sederhananya kita ambil contoh pada arisan, yang mana dana yang terkumpul tidak akan dipegang bandar, melainkan dimasukkan di rekening. Sehingga aman, karena manajer investasi hanya mengelola saja bukan menggunakan untuk pribadi.
b.    Dikelola oleh tenaga profesional: Pada reksadana ini, dana yang terkumpul dari masyarakat akan dikelola oleh tenaga profesional. Manajer investasi sebagai pengelola adalah pihak yang memang pekerjaannya adalah mengelola aset keuangan. Jadi bisa dipastikan dana investor berada ditangan yang benar-benar mengerti apa yang dikerjakan.

c.    Keuntungan optimal: berbeda dengan deposito, keuntungan yang diperoleh dari investasi reksadana ini sangat menguntungkan. Sebagai contoh bunga dideposito untuk dana Rp. 2 juta pasti berbeda dengan bunga untuk dana Rp. 2 Miliar. Tapi, di Reksadana bunga yang didapatkan antara 2 juta dengan 2 miliar  bernilai sama.
d.    Bisa dicairkan kapan saja: Peraturan di reksadana adalah, jika kita sebagai investor ingin menjual produk kita, maka pihak penerbit berkewajiban membelinya. Bahkan sebagian besar manajer investasi berjanji maksimal dana investor bisa kembali dalam waktu 7 hari.
e.    Modal tidak terlalu besar: Dengan uang 100 ribu saja kita sudah bisa bergabung di reksa dana. Berbeda halnya dengan investasi lain, seperti: deposito maupun saham yang membutuhkan dana yang cukup besar.
f.     Penggunaan atas nama: keuntungan reksadana, Anda bisa mendapatkan atas nama sendiri. Jadi reksa dana yang kita miliki murni milik kita, bukan dana yang kita titipkan dan dikelola oleh manajer investasi dengan nama mereka.
g.    Terdapat beragam pilihan: kita bisa memilih jenis reksadana, dimana ada 4 jenis reksadana: reksadana pasar uang (investasi jangka pendek), reksadana pendapatan tetap (tujuan investasi 3-5 tahun), reksadana saham ( investasi jangka panjang di atas 7 tahun) dan reksadana campuran (sedang: 3-5 tahun). Tentu saja jenisnya disesuaikan dengan profil resiko yang diambil dan tujuan jangka waktu penggunaan. Umumnya, semakin panjang waktunya semakin besar keuntungannya.
2.  Kekurangan/kelemahan reksadana:
a.    Dana tidak dijamin asuransi seperti halnya deposito.
b.    Peluang rugi jika Manajer investasi tidak piawai mengelola dana.
c.    Nilai aktiva bersih berfluktuasi. Baca Juga: Inilah Keuntungan Dan Kerugian Menyimpan Uang Di Deposito
Loading...

Subscribe to receive free email updates: